Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyatakan bahwa popularitas Partai-nya yang naik menurut sejumlah survei bukanlah sebuah kebetulan, bukan pula karena faktor partai lain. Golkar makin dikenal luas masyarakat karena kerja keras seluruh kader sesuai program yang jelas dan terukur. Berbicara di hadapan ratusan kader Golkar Kabupaten Cianjur, di Hotel Sangga Buana, Cianjur, Jawa Barat, 1 Maret 2012, Aburizal menjelaskan bahwa sejak tahun 2010, partainya telah mencanangkan program kerja tahunan secara nasional. Program tersebut harus dijalankan hingga menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014.
Tahun 2010 disebut tahun Konsolidasi Organisasi. Program ini, paparnya, bersifat vertikal: konsolidasi organisasi/kepengurusan dari tingkat pusat hingga tingkat desa, dan horisontal: konsolidasi di antara organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berada di bawah naungan Golkar.
"Golkar adalah satu-satunya partai yang kepengurusannya paling lengkap se-Indonesia," ujarnya.
Selain itu, imbuhnya, kerja-kerja pemenangan pemilu tidak hanya dilakukan pengurus yang berada di Badan Pemenangan Pemilu, melainkan juga tanggung jawab seluruh pengurus di semua tingkatan.
Berikutnya, tahun 2011 disebut tahun Kaderisasi. Di tahun ini, Golkar memfokuskan program kerjanya untuk melakukan kaderisasi, mulai dari rekrutmen hingga pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas kader. "Makanya ada Diklat Karakterdes (Kader Penggerak Teritorial Desa) di seluruh Indonesia."
Sedangkan tahun 2012 dicanangkan sebagai tahun Karya Kekaryaan. "Secara sederhana dapat dapat dikatakan bahwa di tahun ini Golkar fokus untuk berbuat dan bekerja untuk rakyat."
Tahun 2013 ialah tahun Pemantapan, yakni memantapkan proses konsolidasi organisasi, kaderisasi dan karya kekaryaan. "Di tahun ini, Ketua Umum akan lebih sering turun ke daerah-daerah, untuk menyapa masyarakat, dan memastikan bahwa pengurus-pengurus Golkar di daerah telah siap menyambut Pemilu 2014," urai Aburizal.
Jika program tersebut berjalan maksimal, Aburizal mengaku sangat yakin Golkar akan memenangi Pemilu 2014. Survei-survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei selama ini pun cukup menjadi ukuran hasil sementara kerja Partai.
"Sekarang saja, (popularitas) Golkar sudah 19 persen, dan kalau pemilu dilakukan tahun ini, Golkar adalah pemenangnya. Rasanya, bukan tidak mungkin, pada 2013 nanti, popularitas Golkar sudah mencapai 35 persen. Maka, pada Pemilu 2014, kita akan menjadi pemenang, bahkan jauh melampaui partai-partai lain," terang Aburizal.











